Di「Betting Platform Collection」nosaurus telah Hidup di Kutub Utara Sekitar 70 Juta Tahun Lalu

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:WadeInternational

TemuBettinBetting Platform Collectiong PlBetting Platform Collectionatform Collectionan fosil dinosaurus di Betting Platform Collectionkutub Utara tersebut menunjukkan bahwa ternyata beberapa spesies mungkin tak hanya tinggal di area itu, tetapi juga berkembang biak sepanjang tahun di tundra yang dingin.

Baca juga: T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

Sebagian besar ahli paleontologi sebelumnya berasumsi kalau dinosaurus yang berada di Kutub Utara itu merupakan dinosaurus yang melakukan migrasi.

Baca juga: Dinosaurus Setinggi Gedung Berlantai Dua, Salah Satu Makhluk Terbesar di Bumi

Usai dianalisis, peneliti menyebut kalau fosil dinosaurus yang ditemukan berasal dari delapan famili, antara lain Ornithopoda, Hadrosauridae, Tyrannosauridae, dan Deinonychosauria.

KOMPAS.com - Selama ini dinosaurus diperkirakan hidup di wilayah yang hangat. Namun, penemuan fosil dinosaurus dan fosil bayinya di Kutub Utara memberikan perspektif baru.

Lebih lanjut, Druckenmiller memaparkan kalau dinosaurus-dinosaurus ini bertelur di musim semi ketika sebagian besar vegetasi muncul.

Temuan tersebut termasuk sisa-sisa dari tujuh embrio dinosaurus yang mati di dalam telur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Hal tersebut mengungkapkan kalau dinosaurus bukan hanya pengunjung tetapi juga hidup sepanjang tahun dan mampu melewati malam gelap musim dingin di Arktik.

Namun asumsi ini mendapat pertentangan. Sebab, migrasi hewan purba ini dari wilayah Selatan untuk mencapai Kutub Utara, dinosaurus harus menempuh perjalanan pulang pergi minimal 3000 km.

Bukti bahwa dinosaurus hidup di Kutub Utara pun makin kuat saat Druckenmiller kemudian menemukan kumpulan ratusan tulang dan gigi dengan panjang antara 1-2 mm di sebuah situs di Formasi Price Creek di Alaska utara.

"Kami tahu dinosaurus pernah ada di sana, tetapi kami tak tahu apakah mereka bisa menghadapi dingin atau bahkan kegelapan musim dingin," kata Patrick Druckenmiller dari Museum Universitas Alaska Utara, seperti dikutip New Scientist, Jumat (25/6/2021).